Membaca tulisanku sendiri yang aku abaikan beberapa tahun ini seperti membuka bingkai-bingkai kehidupanku yang sempat teronggok di tepian kelelahan. Tak kusadari bagian dari diriku ini ada hal yang sangat rapuh, mulai menitikkan air mata, padahal ini tulisanku sendiri, aku baru menyadari betapa rapuhnya sosok yang selalu terlihat arogan di jalan, killer untuk sebagian staff di kantor, bahkan sebagian mereka gak berani menatapku.
Mereka hanya tidak tahu siapa yang sedang mereka hadapi, aku ini sosok yang lemah yang bersembunyi di balik arogansi kekuasaan. Hanya dengan ini aku mampu untuk tidak menitikkan airmata di depan mereka, hanya dengan ini aku mampu menjalankan roda perusahaan agar tidak pincang.
Seorang pemimpin harus kuat, tegas dan berwibawa, meski pada dasarnya mereka juga manusia yang memiliki sisi lain yang perlu di kenal.







semua motor sport yang pernah aku coba rata-rata yang menjadi pembicaraan hangat antara aku dan boncenger tidak jauh dari posisi boncenger yang tidak nyaman. Apakah sudah menjadi ruh bagi setiap motor sport klo boncenger tidaklah di manjakan disini.
Sing Urun Rembug