Kenapa yah rata-rata motor sport kurang memihak terhadap boncenger, dari2009-yzf-r1-colour-white semua motor sport yang pernah aku coba rata-rata yang menjadi pembicaraan hangat antara aku dan boncenger tidak jauh dari posisi boncenger yang tidak nyaman. Apakah sudah menjadi ruh bagi setiap motor sport klo boncenger tidaklah di manjakan disini.

2008_Ninja250R_RightAda saja hal yang selama ini dikeluhkan oleh boncenger, dari mulai posisi jok yang terlalu turun, pijakan kaki ketinggian sampai posisi badan yang terlalu nunduk sehingga mengurangi kenyamanan. Memang klo melihat dari fungsi motor ini lebih cocok untuk keperluan perseorangan yang tidak terlalu banyak terlibat dengan orang kedua, dalam hal ini boncenger.

Dari beberapa type motor sport yang pernah aku coba mungkin megy yang punya reputasi cukup baik, dengan segala kekurangannya ternyata megi sedikit lebih nyaman buat boncenger.

tiger revoKedua Tirev, motor ini memiliki diameter jok paling lebar yang kata istri lebih mudah membuat paha pegel dan kesemutan, sedang posisinya sedikit lebih baik disbanding vixion yang lebih menunduk sehingga pinggang menjadi sasaran empuk untuk penyakit encok dan pegal-pegal meski diameter jok vixy relative lebih kecil dari Tirev namun hal ini juga tidak mengurangi efek pegel pada sekitar paha dan kaki. Hal ini dikarenakan posisi pijakan kaki Vixy terbilang tinggi di bandingkan Ddengan Tirev.

Yang terakhir adalah N250, sama sekali tidak ada kata ampun buat boncenger (terutama kaum hawa) dengan predikat sport tulen yang disandangnya ternyata hal ini tentu saja mengurangi efisiensi kenyamanan boncenger. Bentuk jok terpisah ini jelas membuat posisi boncenger jauh diatas pengemudi, lagi-lagi hal ini membuat boncenger tidak leluasa untuk berpegangan pada pengemudi yang akhirnya harus sendirian menahan pegal-pegal diseluruh badannya.

Lain ceritanya bagi mereka yang tengah dimabuk asmara, kekurangan yang ada pada motor-motor sport ini tak jarang dijadikan suatu alat untuk lebih mendekatkan sang pengemudi dengan boncengernya hingga tak jarang punggung pengemudi cidera karena celengan sang boncenger.

Pernah aku mencoba menyikapi hal ini dengan merubah bentuk jok, sedikit meratakan posisi jok bagian belakang, namun tidak begitu membantu tetap saja keluhan tentang tingginya posisi pijakan kaki boncenger menjadi alas an kaki cepet kesemutan, cape dank ram apalagi untuk perjalanan jauh. Bahkan akhirnya bentuk jok jadi kelihatan aneh, jadi rombak lagi seperti semula.

Jadi apakah memang seharusnya seperti itu, motor sport berarti hanya untuk kenyamanan pengemudi aja, terus bagaimana nasib boncenger dan apakah 06r6_se_02selamanya style selalu menmyampingkan kenyamanan, apakah tidak seharusnya keduanya bisa berdampingan dan menjadi satu kesatuan yang utuh. Menciptakan motor sport tulen yang stylist dengan segudang kenyamanan bukan hanya buat pengemudi namun juga boncengernya. Karena sudah seharusnya nasib boncenger juga di perhatikan karena kehadiran sepeda motor tidak akan pernah lepas dengan boncengernya.

Sedikit curhat untuk produsen-produsen sepeda motor, perhatikan kenyamanan boncenger demi terjaganya rumah tangga yang harmonis.

(Tak jarang masalah bonceng membonceng aja bisa jadi pembicaraan hangat antara suami dan istri lho)…………..