sekilas baca, liat dan komentar…

tentu tidak semudah itu memahami iklan dan mendalami seluk beluk keruwetan bahasa iklan yang cenderung provokatif. Salah, gak sengaja salah atau bahkan sengaja di buat salah. ndak tau lahg yang jelas impact dari semua itu dapat di rasakan langsung maupun tidak langsung.

memahami satu buah iklan tidak cukup hanya dengan melihat dan mendengar saja tentunya, kalau semudah itu tentu ajang promosi yang digembor-gemborkan juga nggak akan berlangsung lama. lihat, faham dan lupakan, begitulah kira-kira. tentu para kreator periklanan tidak menginginkan hal itu terjadi.

Namun permasalahannya untuk membuat iklan yang cukup berkualitas dibutuhkan dana yang tentu saja tidak sedikit, lalu gimana mereka mensiasati semua itu?

saya coba membuat sedikit analogi yang mungkin tidak berbeda jauh dengan fenomena brand image. seorang artis yang mulai redup akan melakukan berbagai cara untuk mengangkat namanya kembali, tunggu dulu mengangkat atau menjatuhkan?? mari kita koreksi bersama-sama. membuat sebuah kontroversi yang akhirnya namanya banyak disebut di seluruh media elektronik, image jelek tapi impact positifnya dia jadi dikenal kembali.

nagh kembali ke iklan, paling tidak begitulah kira-kira bahasa yang kontroversi, membakar dan cenderung provokatif lebih di pilih daripada membuat iklan bermutu dengan biaya yang jauh lebih besar. Low cost Hight impact lah kira-kira.

hahahaaaa….

buhan suudzon, ini kan analysa yang aku buat seandainya “SEMUA DARI SUDUT PANDANG AKU”, yang gak senada yang monggo saling menganalysa peredaran iklan yang berjalan. sampai detik ini baru, maaf IKLAN ROKOK yang sedikit memiliki nilai jual yang bagus.

coba pegimane menutur kalian semua….