Yang terakhir ini ibaratnya adalah mimpi yang tertunda… motor sport dengan kapasitas mesin ¼ liter ini yang akhirnya dapat aku2008_Kawasaki_250R_enginele sarangkan di garasi rumah yang udah reot ini.munkin inijua akan menjadi montor termahal yang berhasil aku sarangkan di garasi (pinginya sih ada ZX600, R6 atau R1dan ZX100 syukur2 hayabusyet)tapi kembali kemasalah tangan yang tak sampai, tapi mari kita bermimpi selama mimpi itu masih digratiskan…

Spesifikasi Mesin…

Mungkin ini udah gak aneh lagi, tapi gakada salahnya aku tulis niar artikelnya keliatan banyak….

Model: Kawasaki Ninja 250 R

Year: 2007

Category: Sport

Rating: 74.6 out of 100.

Engine type: Twin Stroke: 4 Compression: 12.4:1

Bore x stroke: 62.0 x 41.2 mm (2.4 x 1.6 inches)

Fuel system: Carburettor. Keihin CVK30 x 2

Valves per cylinder: 4

Fuel control: DOHC

Ignition: Electronic CDI

Starter: Electric

Cooling system: Liquid

Gearbox: 6-speed

Dry weight: 137.9 kg (304.0 pounds)

Seat height: 744 mm (29.3 inches)

Overall height: 1,095 mm (43.1 inches)

Overall width: 711 mm (28.0 inches)

Ground clearance: 155 mm (6.1 inches)

Wheelbase: 1,400 mm (55.1 inches)

Chassis and dimensions Frame type: Tubular diamond design

Rake (fork angle): 27.0°

Front suspension: Hydraulic telescopic fork

Rear suspension: UNI-TRAK

Judulnya kan kesan jadi yah gak jauh jauh dari kilikan Asa, rasa dan karsa….

Sport Tulen…

2008_Ninja250R_RightBolehlah klo dilihat dari fairing yang membalut tubuh N250 ini, namun bagi aku sendiri sport nanggung kenapa. karena posisi stang masih sangat tinggi ada perasaan was-was saat nganbil ancer2 nikung sambil rebahan, secara teknik rebahanku teknik kampung tea yang asal miring gak ada seninya jadi mesti mumpuni mongtornya (lho kok nyalahin mongtor padahal gak bias belok sambil miring heheheh  :mrgreen: ). Berkali-kali aku coba mencari kepenjuru kota untuk memasang stang under yoke, namun jawabannya tetap sama dari setiap bengkel dan toko accesoris, “mustahil mas lha mongtor ini didesign stangnya di atas kok mau dirobah. Klo mau dirombak ya semuanya…” jawabku “ogah mahallllll…..”

Jadi yah sah-sah saja yang mau nyebut sport tulen tapi tidak buatku sport nungging eh nanggung.

Performa Mesin…

Untuk performa aku copas dari Bro Giri, maaf bro gak ijinnya disini aja ya…

“Klaim, Kawasaki gangsingan mesin mencapai 13ribu rpm. Namun, ini pun bisa dilampaui dengan mengganti beberapa komponen. Cocok bagi speedgoers (penggemar kecepatan). Percepatan 6 speed amat memuaskan adrenalin. Sebelumnya motor sport 4 tak di Indonesia yang dibekali percepatan 6 speed hanya Tiger dari Honda.

Meski masih mengandalkan pemasok bahan bakar jenis karburator namun seperti pendahulunya, Kawasaki Ninja 150 RR, diklaim mampu menyemburkan tenaga 33 dk. Tenaga besar namun tetap irit bahan bakar. Ini berkat karburator CVK 30. Exhaust sistem 2-1. Maksudnya dari tiap silinder terdapat dua keluaran yang digabung menjadi satu. Tenaga yang smooth, terasa diputaran bawah hingga menengah. Dibekali catalyc converter untuk mendukung program langit biru. Meskipun demikian, tetap bertenaga dan rendah emisi, emisi gas buang maupun emisi suara.

Alasan sederhana mengapa tidak memakai injeksi dikarenakan bahan bakar di Indonesia kurang mendukung untuk hal itu. Berbeda halnya dengan Eropa yang mau tidak mau, harus memakai injeksi untuk mendukung regulasi Euro 3.KawasakiNinja250R2008rev

Kepiawaian tenaga ahli Kawasaki dalam mendesain frame model berlian berpengaruh pada center of gravity sehingga memudahkan pengendalian. Kehandalan pihak R & D sudah terbukti pada ZX 130, Baby Ninja. Tidak salah bila Ninja yang ini sedikit lebih tinggi julukannya, yaitu Ninja Junior. Meski kapasitas mungil namun tetap bertenaga.”

Kurang lebih ya seperti itu juga yang aku rasakan… (ojok dikon ngitung performa aku yo ra ngerti babar blazz)

Klo dari yang saya rasakan sih… putaran awal sangat mengagetkan ubun2, sampai pada putaran tengah dan atas tenaga sangat merata aku rasakan.

Beda dengan Tiger yang sama2 sampai 6 gear, gear ke enam N250 masih terasa efek nendang nya, klo di Tiger gear 6, seperti halnya pada Mongtor2 4 tax yang lain gigi terakhir hanya untuk membantu agar desingan mesin tidak terlalu menjerit.tiger 1

Jangan anda tanyakan Topspeed, lha gimana gas belum mentok hati ma nyali udah ndrangdapan, yah selama ini standar lah aku tarik 60-50 segitu juga udah cukup memacu andrenalin aku bilang cukup untuk sisa angka spedo Xixixixiiiii :mrgreen: pokoknya bagi aku yang belum pernah make R1 and more, satu2nya performa mongtor yang bias ngalahin ini yah Cuma performa R6, Tanya Ken-Napa? Ya karena baru R6 aja yang pernah aku coba yang lainnya gak tau jd mesti ngomong gimana… 😆

Konsumsi BBM…

Wuidih lagi2 hanya bermodalkan Asa, rasa dan karsa… tes terakhir aku pake luar kota mudik lebaran kemarin total km +/- 600 km, aku ngeluarin buget sampai dengan 120 ribu (pertamak 6200) = 19.3 liter… dengan asumsi milage = 1:31 kpl, ehm lumayan irituntukmongtor cc gede dan twin silinder pula. Ditambadengan tampilanyan wah, boros dikit kayaknya yang penting gaya…

Kenyamanan & Prestige ….

Yak lo bicara kenyamananyahbeda banget ama Tirev bro, genrenya juga udah beda TIREV mongtor sport touring N250 sport tulen (nangung). Mau di bilang stantinggi nyatanyajuga masih nunduk, lhawonkemaen mudik belum antistang ajauda peel bangt kayak ngegendong orok sapapanjang jalan wuih…encok rek… tapi masalah kenyamanan iniberbanding terbalik dengan masalah prestige. Dengan helm yang sama yang aku pake pada saat menggunakan Vixy pas naik N250 tuh helm kenapa jadi kenceng yah klo basa sunda mah sureug jowone seret bro… bhuahahahahaaaa… secara jadi besar kepala….

Ubahan yang udah aku lakukan…

Gak lebih dari ngganti stang jepit, ama senalpot yosingmurah tenan…. Paling juga sector kaki kaki pake bannya yang nggigit di jalan biar pede di ajak Vortextiduran di jalan….

swing-arm-banana-custom

Dari bro Eddy memberi sedikit masukan yang sangat berguna yaitu menyarankan menggunakan Pelindung Fueltank (sudah baru kemarin dipasang), yang kedua pemasangan pelindung mesin ma radiator dari cipratan air hujan dari front tire.. (blm bro he..he..), saran yang ketiga mengganti atau mengcustom Arm belakang model R1 (wah masih jauh duwe’;e belum ada bro)

Kesimpulan…

Wah banget buat gue nih motor secara, kemampuan gue Cuma segitu-gitunya. Mau ngimpiin R1, ZX 100 atau anak gajah juga ibarat pungguk merindukan bulan, make taste itally semacam nDucati atau Aprillia juga hamper kayak baruklinting meluk gunung. Nah klo yang satu ini boleh lah dikatakan kejatuhan bulan, mimpi yang sempat tertunda dan akhirnya menjelma jadi kenyataan.. dream come true klo kata orang sono bilang….

Dan akhirnya dari ketiga mongtor yang udah aku uraikan dari atas mongtor ini yang membuat aku merem-melek diatasnya, dan tanpa mengurangi rasa sayangku kepada dua mongtor sport sebelumnya kalian tetap sahabat terbaikku… lowe you all jadi Madu tiga tapi saying Tirev telah pergi mendahului kita semua….

Tar habis ini ada lagi gimana aku mandang meong putih temen sehari2 bunda dari anakku…..