Para bloger senior semua ngebahas tentang ambruknya kerajaan Yamaha.. mereka rata2 memberikan solusi dan kritik yang membangun demi kelangsungan hidup raksasa produsen R2 ini. Namun yang tidak kalah serunya adalah tingkah para komentatornya terang aja jargon “Gak ada lo gak rame …” sangat tepat di sisipkan di sini… banyak yang simpati terhadap produsen R2 ini, namun tak sedikit pula yang secara terang2an memukul balik kegirangan. Sebenernya ada apa? Apa mereka punya kepentingan… lho jawabnya ada di bro2 sendiri…

So… kita tinggalkan para komengtator, kembali ke kerajYamaha_R1_zProject Leaderaan Yamaha… banyak issue yang berhembus seputar kehancuran Yamaha, mulai dari naiknya produk2 yamaha dalam negeri (YMKI), hengkangnya para mekanik motoGP (padahal belum tentu juga karena factor ambruknya Yamaha). Namun semua itu mau tidak mau menggelitik penerawangan sederhana dari yang awam ini. (note: namanya juga penerawangan awam jadi, tanpa referensi, tanpa rujukan dan data2 akurat hanya sebatas apa yang saya lihat, saya dengar dan saya rasakan).

Kita mulai dulu dari sector regional, …

Akankan berpengaruh pada produsen pemegang merek dalam hal ini YMKI. Teringat kata2 Bro Yahon di artikelnya kang opik yang mengatakan :

“@ all,  Bro sekalian….
Kabar yg ndak enak ini tidak serta merta langsung berpengaruh di Indonesia..mungkin hanya akan terjadi sedikit shock …mengingat ms 40% menjadi penopang penjualan global.
Kejadian yg mirip tempat kerja aye…tapi ber-efek sangat baik.
Penutupan beberapa pabrik di Jepang karena Labour cost yg tinggi memaksa perusahaan mengalihkan operasionalnya ke Indonesia , dan jika ini terjadi di Yamaha…mudah2-an Indonesia_lah yg akan dapat prioritas utama atas peralihan pabrikasi dan sukur2 R&D nya juga…sehingga dapat menyerap tenaga kerja baru.
Sekedar info ..ditempat aye jumlah karyawan Desember 2008 , cuma 600 orang , dan karena terjadi krisis global yg memaksa perusahaan di Jepang ditutup maka tempat aye mendapatkan order baru dan akhirnya skrg jumlah karyawan sudah mencapai 1400 orang… peace all.”

Gak lupa Peace all_nya tak bawa…

2q8uk9dPermasalahannya sekarang adalah mampukah YMKI memanfaatkan keadaan yang tengah bergulir, menarik hati para petinggi Yamaha Jepang, sedikit main mata agar pemain Jepang juga melirik Indonesia (pemain kamsudnya para petinggi Yamaha Jepang lho ya, bukan pemain macam Miyabi, bro X-Sal pasti udah kesana aja mikirnya). Seandainya iya mampu seperti itu, kan akhirnya duka membawa berkah. Duka bagi Yamaha Jepang, berkah bagi YMKI dan akhirnya berkah juga bari para pengangguran macam aye mudah2an aja ada lowongan baru jadi direktur di YMKI, Xixixixiiiiii :mrgreen:

Jadi cobalah kita melihat dari sisi yang berbeda atas fenomena ini, klo mau mukul ya jelas lebih mudah, lha musuh udah ndlozor terang aja ndak akan ada perlawanan. Orang2 macam aye diluar sono jumlahnya gak sedikit yang buta akan informasi, yang awam tentang strategi marketing ataupun advertising,  jadi sepertinya gak begitu terpengaruh dengan masalah terpuruknya Yamaha ini terhadap penjualan dalam negeri. Bahkan  dari 10 orang yang saya tanya masalah ambruknya Yamaha Jepang hanya 1 orang yang tau. Artinya apa.. sepertinya hal ini tidak akan berpengaruh terlalu signifikan atas keberlangsungan produksi/ permintaan dalam negri, yang di onoh boleh bangkrut yang dimari masih mengejar target, buktinya sampai detik ini indent juga masih ada walau issue bangkrut makin menyeruak beda banget lha masih banyak yang indent berarti kapasitas produksinya perlu ditambah, nah berarti ada titik terang satu alasan untuk memboyong mesin2 produksi yang gak lagi dipake di Jepang sonoh untuk dimanpaatin di marih, setubuh???. (ngarep R&D juga bedol desa kemari). Ntu dari sisi produksi…

Terus bagaimana strategi Yamaha Indonesia untuk mempertahankan hidup dimarih, kan induk semangnya lagi sakit jadi kan bukan tidak mungkin yang dimarih juga kena imbasnya, kok bisa begitu… mari kita tengok pernyataan mas3 pada artikelnya yang mengatakan:

“Gini deegh… misalnya deh ada merk motor di Jepang… namanya cocomeo (kalau pake Yamaha … takut ntar kejadian… omongan gue red.) … !!! Naagh cocomeo ini…. jualan di indonesia melalui PT. Cocomeo Indonesia. Jika income statement konsolidasi Cocomeo merugi… dan terus merugi… dan akhirnya pailit dan dinyatakan bangkrut… pertanyaannya adalah… apakah PT. Cocomeo Indonesia… masih bisa jualan motor cocomeo… ??? Belum lagi kalau merugi teruz.. artinya pos-pos yang strategis seperti research and development… ikutan terpangkaz… !!!

Beda kalau pabrikan cocomeo untung… at least secara brand ia masih bisa survive… !!! Kalau di bidang IT,.. banyak kasus yang tiba-tiba morher company nya bangkrut… yaaa disini juga bangkrut… !!!.

Seperti itulah pandangan jenius dari mas3.

2wq8xu8Lha kalo aku yang ndak tau opo-opo juga bingung, mungkin benar klo YMKI Indonesia menjual bulet-bulet produksi Yamaha Jepang, namun kejadian disini beda. YMKI menjual barang yang memang di produksi di marih, klo memang ada sebagian part yang masih harus di import dari Jepang opo iyo gara-gara satu part YMKI gak jadi jualan. Banyak solusi untuk itu, dan sayapun yakin Yamaha Jepang tidak akan menutup mata dengan permasalahan ini. Bisa jadi part yang tadinya di produksi di Jepang, berhubung Jepang bangkrut jadi di produksi di masrih nah loe terawangan bro Yahon gak salah kan, yang artinya penambahan jumlah produksi, penambahan jumlah karyawan. (masih ngarep R&D nya di boyong juga).

yamaha-fz-150-photoJadi strategi yang paling mungkin buat YMKI adalah, sedikit menaikan harga R2, terutama di segment sport, ngeluarin varian baru (maunya), terus ngelek-ketek Yamaha Jepang biar mau menanamkan modal lebih besar lagi buat produksi di Indonesia. Namun jangan lupa peran pemerintah juga sangat diperlukan, memberikan jaminan keamanan bagi para investor agar makin berduyun-duyun menanamkan modalnya di masih, memberikan kemudahan brirokrasi dan lain sebagainya berupa kebijakan-kebijakan yang berguna bagi pertumbuhan inustri dalam negeri temtunya….

Yah terang saja lha saya gak pernah punya kesempatan jalan-jalan keluar negeri jadi saya hanya melihat dari sudut pandang pasar regional saja. Lha emang gue pikirin apa yang terjadi diluar sono, mau bangkrut kek, mau gulung tikar atau karpet sekalipun selama masih ada kesempatan untuk bertahan hidup bagi produsen dalam negeri kenapa ndak kita pikirkan saja pasar dalam negeri. Jauh-jauh kita berfikir luas tentang Global sementara yang deket-deket aja mesti banyak perombakan, kritik dan saran yang tentunya membangun. Aku gak bisa pastinya klo disuruh berfikir secara global utekku ora kuat bakal over heat nanti jadi sementara ini mari kita sama-sama memberikan opini yang mungkin buat kelangsungan Yamaha Indonesia, tidak terkecuali bagi fans boy AHM coba saatnya bro-bro juga ikut sumbang saran demi kelangsungan pabrikan seteru anda ini, klo kritik dan nggebuk sih udah biasa, sekarang kita cari yang lain dari bisaanya. Memberikan saran buat seteru kita, asik kan, nah mari kita coba bersama-sama. Lha aku juga yakin kok banyak petinggi AHM juga deket sama petinggi YMKI, mereka juga saling bertukar pikiran, berbagi kelu kesah dan resah gelisah walaupun tentunya tidak untuk bertukar strategi dagang, ya to itu kan rahasia dapur masing-masing. Ya intinya secara kelembagaan mereka adalah seteru, namun personalnya kan gak jarang saling kenal dekat satu sama lain.

Jadi kita fansboynya yang terang2 gak punya kepentingan mari bergenggaman tangan bersatu padu, memberikan sumbang sih berupa saran membangun buat YMKI. Jangan lagi kita pikirkan YMKI_nya tapi mari kita pikirkan kelangsungan hidup para karyawan YMKI yang tentunya punya anak istri yang harus di kasih makan, juga demi kelangsungan dunia per_industrian dalam negeri setuju teman-teman…

Sebagai kalimat terakhir saya sisipka kata2 bro Nick69 yang menurut saya sangat dalam banget artinya “Jangan pukul lawan yang sudah jatoh..” mari kita sama-sama renungkan…

Tarik Mang….