banyak hal yang tak mampu aku pungkiri, kesedihan, kepiluan dan lara hati. ntah harus memulai dari mana aku gore4skan pena pagi ini, sepanjang jalan RE. Martadinata Bandung aku hanya tertegun di depan layar monitor, menitikan airmata. wajah polos malaikat kecil memberiku kekuatan untuk bertahan, senyum mungilnya menghembuskan aroma kedamaian dalam setiap kelukesahku.

Ya Alloh kuatkan aku di pagi ini, aku tidak ingin menyakiti siapapun dan aku juag tidak ingin mengecewakan siapapun. terlebih malaikat kecilku yang selalu mengisi penuh relung hatiku. dengan menyebut nama_Mu kutitipkan jiwa suci malaikat kecilku untuk kau pelihara dan kau bimbing hingga dewasa kelak. untuk menjadi anak yang sholehah, untuk menjadi anak yang berbakti dan pada kedua orang tuanya.

maafkan kami nak, kami belum mampu memberikan yang terbaik, namun kami tak pernah berhenti berusaha untuk menjadi orang tua terbaik bagi engkau wahai bidadari kecilku. tumbuhlah engkau menjadi gadis kecil yang lucu, remaja yang penuh iman dan taqwa terhadap Tuhanmu.

masih di perempatan Martadinata Bandung, seorang gadis kecil membuyarkan lamunanku, nyanyiannya sungguh tidak menghiburku malah membuatku semakin miris melihat keadaannya. anganku melayang kembali pada sosok mungil yang tadi pagi aku tingalkan masih terlelap dalam mimpinya. permata hatiku, damailah dalam tidurmu mimpi indahlah sampai kau terbangun di pagi nanti.

kulanjutkan perjalanan namun masih membisu dan tetap tanpa suara,

jok baris kedua, kemaren malaikat kecilku ngompol disini gara-gara bercanda dan tertawa riang sampai terpingkal-pingkal eh malah ngompol….

malaikat kecilku, tumbuhlah engkau menjadi gadis yang ceria dan selalu dalam Iman dan Islammu, ya Robb, berkahi anakku, jaga dan lindungilah dia selalu agar menjadi tauladan bagi lingkungannya, dan jadikanlah ia agar aku semakin dekat dan mampu bersyukur kepadamu..

ya Rabb, Amiin….